Pewayangan (khusus wayang purwa)

View previous topic View next topic Go down

Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by straw hat on Thu 24 Apr - 10:50

akhirnya setelah meninggalkan beberapa hal menarik, akhirnya thread ini selesai juga
thread ini tidak dikhususkan untuk suku tertentu, kelompok/golongan tertentu,
jenis kelamin tertentu, ataupun makhluk tertentu

thread ini hanya sekedar ikut melestarikan budaya dunia (wayang sudah dikategorikan budaya
dunia, bukan budaya orang jawa thok)
thread ini buwat berbagi informasi dan diskusi khusus mengenai semua hal yang berhubungan
dengan wayang purwa (wayang kulit)

ditunggu partisipasinya...
avatar
straw hat
kejar setoran
kejar setoran

Male
Number of posts : 237
Age : 32
Location : thousand sunny
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Begawan Abiyasa (kakek Pandhawa)

Post by straw hat on Thu 24 Apr - 10:53



Abiyasa adalah putra dari Begawan Palasara (Parasara) dan dewi durgandini, putri Wirata. Nama Abiyasa dalam kitab mahabharata disebut Wiyasa, namun dalam pedhalangan disebut Abiyasa.
Ketika masih muda pernah menjadi raja di Astina bergelar Prabu Kresnadwipayana. Selain itu, Abiyasa juga mempunyai nama Dewayana (karena mempunyai sifat seperti dewa), Sutiknaprawa (orang yang bijaksana), dan Rencakaprawa (suka menolong orang lain yang sedang kesusahan). Patihnya bernama Jaya prayitna.
Abiyasa beristri tiga: Dewi Ambika, putra dari Prabu Darmamuka raja negara Kasi (Kasindra) atau Swantiupura, berputra Dhestharastra (Dhestharata), 2. Dewi Ambalika, adik Dewi Ambika berputra Pandhudewanata, 3. Dewi Datri, perempuan berdarah Waisya (semula adalah pembantu dari Dewi Ambika) berputra Yamawidura (Widura). Ketiga putranya mempunyai cacat fisik sejak lahir. Dhestharastra matanya buta, Pandhu cacat leher (tengeng), Widura cacat kaki (pincang).
Setelah Pandhu dewasa, tahta Astina diberikan kepada Pandhu, karena dari ketiga putranya hanya PAndhu yang fisiknya cukup sempurna. Setelah lengser keprabon (turun tahta), Abiyasa kemudian bertapa di pertapan Wukir Retawu dabn bergelar Begawan Abiyasa. Karena tekunnya bertapa, Begawan Abiyasa bisa ngerti sadurunge winarah (bisa tahu sebelum dikasih tahu), bisa tahu kejadian yang akan terjadi di masa mendatang.
Usia Begawan Abiyasa sangat panjang. Kelahirannya seumuran dengan Resi Bisma (Dewabrata). Meninggalnya Abiyasa setelah perang Baratayuda dijemput kereta berkilauan cahaya.

P.S. dalam kisah Mahabharata, orang berdarah Waisya adalah orang biasa, tidak mempunyai darah bangsawan.
avatar
straw hat
kejar setoran
kejar setoran

Male
Number of posts : 237
Age : 32
Location : thousand sunny
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by @nn@-BL.12 on Thu 24 Apr - 11:36



Ibu dari Karna dan Panca Pandawa yaitu Kunti, pernah mencoba sebuah aji pada masa kecilnya untuk memanggil seorang Dewa. Yang dipanggilnya adalah Dewa Matahari (Surya) dan beliau membuatnya hamil. Puteranya akan keluar dari telinga untuk menjaga keperawanan Kunti, maka dinamakannya Karna. Nama-nama Karna lainnya berhubungan dengan statusnya sebagai putera Dewa Matahari, yaitu Arkasuta, Suryatmaja dan lain sebagainya.

Oleh ibunya, Karna dihanyutkan di sungai sampai ia ditemukan oleh Adirata (seorang kusir Hastinapura) dan diangkat anak, Oleh Adirata, Karna kemudian diberi nama Aradea. Nama itu digunakan Karna sampai dewasa, hingga ia mengetahui identitas diri yang sesungguhnya. Karena diasuh di keluarga yang berkasta Suta, Karna pun sering mendapat diskriminasi.

Meskipun Karna masih saudara seibu dengan Yudistira, Werkodara (Bima), dan Arjuna, tetapi Karna tetap berperang untuk Kurawa dalam Bharatayuddha. Hal ini dikarenakan utang budi dan janjinya pada Duryudana.

Jadi intinya, Karna itu tetaplah orang yang berjiwa ksatria meski di tengah angkara murka (cieilah bahasany....)
dia adalah salah satu tokoh favoritku dalam mahabarata.
avatar
@nn@-BL.12
pengangguran
pengangguran

Female
Number of posts : 258
Age : 32
Location : gedung osore lt. 2
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by straw hat on Thu 24 Apr - 13:05

Tambahan nit,

Karna tu ahli panah terhebat di jagad Mahabharata
bahkan arjuna aja ga bisa ngalahin
karena pintar maen panah lah dia diangkat derajatnya
oleh kurawa dan dijadikan adipati di Maespati (?)
sayangnya kematiannya agak tragis
dia dicurangi oleh kresna pada saat dia bertarung dengan
arjuna di padang Kurusetra
avatar
straw hat
kejar setoran
kejar setoran

Male
Number of posts : 237
Age : 32
Location : thousand sunny
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by @nn@-BL.12 on Thu 24 Apr - 13:26

yep. dicurangin ma kresna. tapi itu gara2 kutukan...ceritany begini:

Karena ingin menjadi seorang kesatria, Karna berguru kepada Parasurama. Parasurama adalah seorang Brahmana-Kshatriya yang sudah sangat berpengalaman dalam ilmu peperangan, dan sudah berumur panjang, dari zaman Treta Yuga (zaman Ramayana) sampai zaman Dwapara Yuga (zaman Mahabharata). Parasurama memiliki pengalaman yang buruk dengan kasta ksatria, dan sejak itu ia enggan untuk mengajar para kesatria. Karna yang sebenarnya seorang kesatria, menyamar sebagai seorang brahmana agar mendapat pendidikan dari Parasurama.

Pada suatu hari, saat Parasurama ingin beristirahat, Karna melayaninya dengan membiarkan sang guru tertidur di pahanya. Ketika Parasurama sedang tertidur, datanglah seekor serangga menggigit kaki Karna. Karna tidak ingin membiarkan gurunya terbangun, maka ia biarkan serangga tersebut mengigit kakinya. Darah segar mengucur dari kaki Karna, namun ia tidak bergeming. Saat Parasurama terbangun, ia terkejut karena melihat kaki Karna mengeluarkan banyak darah. Ia kemudian bertanya pada Karna, kenapa ia tidak mengusir laba-laba tersebut dan membiarkan serangga itu mengigit kakinya. Karna menjawab, bahwa ia tidak ingin membiarkan gurunya terbangun. Parasurama berkata, "Kekuatan seperti itu hanya dimiliki oleh kaum kesatria, dan bukan seorang brahmana. Engkau telah berbohong kepadaku dengan menyamar sebagai anak brahmana. Aku mengutukmu agar kelak segala ilmu yang kuberikan kepadamu tidak akan berguna saat kau sangat membutuhkannya".

Setelah menerima kutukan tersebut, Karna sedih dan meninggalkan asrama gurunya dengan hati hancur. Setelah berjalan tanpa tujuan, Karna duduk di tepi pantai sambil termangu-mangu memikirkan jati dirinya. Dia duduk di sana untuk beberapa lama, kemudian bangun lalu pergi. Ketika ia kembali ke tempat tersebut, ia melihat sesosok binatang yang berlalu cepat sekali. Karena ia merasa bahwa hewan tersebut adalah seekor rusa, ia melepaskan anak panahnya ke arah sosok tersebut. Ketika ia mendekatinya, ia terkejut bahwa yang dipanahnya bukanlah seekor rusa, melainkan sapi milik seorang brahmana. Karna meminta ma'af kepada si pemilik sapi sebab ia telah ceroboh, tetapi brahmana itu tida memafkannya, malah sebaliknya menjadi sangat marah. Brahmana tersebut berkata, "Apabila engkau berperang melawan musuhmu yang hebat, roda keretamu akan terjerembab ke tanah. Dan karena engkau telah membunuh sapiku yang sedang lengah, engkau juga akan dibunuh oleh musuhmu sangat engkau lengah".

Setelah mendengar kutukan yang ditujukan kepadanya, Karna lunglai. Lalu ia pulang menemui Radha, ibu yang sangat dicintainya. Di sana ia menceritakan segala kisah sedih yang menimpa dirinya. Akhirnya Karna bertekad bahwa ia akan pergi mengadu nasib di Hastinapura, ibukota kerajaan para keturunan Kuru.

gitu.... terus....

Di Hastinapura diadakan pertandingan dan adu kekuatan untuk menunjukkan bahwa pendidikan para pangeran di sana sudah berhasil. Karna yang percaya diri datang ke stadion dimana pertandingan diadakan dan menantang Arjuna ketika Arjuna sedang menunjukkan kepandaiannya dalam ilmu memanah. Para hadirin yang ada di stadion heran melihat Karna yang berani menantang Arjuna, kesatria bangsa Kuru. Saat melihat Karna, Kunti menjadi lunglai.

Arjuna menerima tantangan Karna untuk menunjukkan yang terbaik. Ketika kedua kesatria bersiap-siap, Krepa naik ke atas panggung dan menanyakan identitas Karna. Ia juga berkata bahwa Karna boleh bertanding dengan Arjuna apabila mereka sederajat. Setelah mendengar kata-kata Krepa, Karna diam dan menunduk malu sebab ia merupakan seorang anak kusir. Duryodana yang bersimpati, berdiri dan berkata, "Guruku, keberanian bukanlah milik para kesatria saja. Tetapi kalau Arjuna ini dijadikan patokan bahwa seorang kesatria harus bertarung dengan kesatria, maka keinginanmu akan kupenuhi. Kami akan menobatkan pendatang baru itu sebagai Raja Angga, sebab kerajaan itu belum memiliki raja".

Akhirnya pada saat itu juga, Karna dinobatkan menjadi Raja Angga. Para brahmana membacakan weda-weda dan Duryodana memberi mahkota, pedang, dan air penobatan kepada Karna. Karna terharu dengan kemurahan hati Duryodana. Balasan yang diinginkan oleh Duryodana hanyalah persahabatan yang kekal. Semenjak persahabatan itu terjalin, Yudistira merasa cemas sebab kekuatan sepupunya yang jahat (Korawa) menjadi semakin kuat karena dibantu oleh Karna, kesatria yang setara dengan Arjuna.

ni cerita ak ambil dari wiki...
avatar
@nn@-BL.12
pengangguran
pengangguran

Female
Number of posts : 258
Age : 32
Location : gedung osore lt. 2
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by straw hat on Thu 24 Apr - 13:40

aku terusin ya, sepanjang aku tahu...

Pada malam sebelum kematian Karna, Kunti mendatangi Karna dan memintanya mundur dari jabatan panglima perang Kurawa dan bergabung saja dengan Pandawa karena mereka saudara. Karna menolak karena sebagai ksatria dia harus membalas budi baik Kurawa.
di tegal Kurusetra (padang Kurusetra), yang jadi kusir kereta perang Karna adalah Prabu Salya (mertua Karna) dan yang jadi kusir Arjuna adalah Prabu Kresna. pada saat Karna dan Arjuna saling berhadapan, Kresna menyadari bahwa sampai kapanpun Arjuna ga akan pernah bisa menang dari Karna.
akhirnya, pada saat Karna menarik jemparingnya Kresna menyuruh bumi membuat lobang di bawah roda kreta perang Karna sehingga rodanya ambles dan anak panah Karna akhirnya meleset. Karna tidak mungkin menyuruh Prabu Salya mengangkat roda yang ambles tersebut (secara Prabu Salya adalah ayah mertuanya), maka dia sendiri yang mengangkatnya. pada saat Karna sedang mengangkat roda kretanya, Kresna menyuruh Arjuna untuk melepaskan anak panahnya. Arjuna menolak karena tidak sesuai dengan sikap ksatria, Kresna membujuk Arjuna dengan menceritakan kematian Abimanyu (anak Arjuna) yang mati karena dikeroyok oleh Kurawa (salah satunya adalah Karna). Karena dibujuk terus menerus, akhirnya dengan berat hati Arjuna melepaskan anak panahnya dan matilah Karna.
avatar
straw hat
kejar setoran
kejar setoran

Male
Number of posts : 237
Age : 32
Location : thousand sunny
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

KUNTHI

Post by YaniZaki_tanpopo on Thu 24 Apr - 13:56


KUNTHI

ibu dari para pahlawan serial pewayangan.

Kunti dalam kisah Mahabarata adalah puteri dari Prabu Kuntiboja. Ia adalah saudara dari Basudewa yang merupakan ayah dari Baladewa, Kresna dan Subadra[/url]. Ia juga adalah ibu daripada Yudhistira,Werkudaradan Arjuna dan juga adalah istri pertama Pandu dewanata. Selain itu Kunti juga ibu dari Karna.Ayah Kunti adalah Raja Surasena dari Wangsa Yadawa, dan saat bayi ia diberi nama Pritha. Ia merupakan adik Basudewa, ayah Kresna. Kemudian ia diadopsi oleh Raja Kuntiboja yang tidak memiliki anak, dan semenjak itu ia diberi nama Kunti. Setelah Kunti menjadi puterinya, Raja Kuntibhoja dianugerahi anak.

Pada saat Kunti masih muda, ia diberi sebuah mantra sakti oleh Resi Durwasa agar mampu memanggil Dewa-Dewi sesuai dengan yang dikehendakinya. Pada suatu hari, Kunti ingin mencoba naugerah tersebut dan memanggil salah satu Dewa, yaitu Surya
Surya yang merasa terpanggil, bertanya kepada Kunti, apa yang
diinginkannya. Namun Kunti menyuruh Sang Dewa untuk kembali ke
kediamannya. Karena Kunti sudah memanggil dewa tersebut agar datang ke
bumi namun tidak menginginkan berkah apapun, Sang Dewa memberikan
seorang putera kepada Kunti.
Kunti tidak ingin memiliki putera semasih muda, maka ia memasukkan
anak tersebut ke dalam keranjang dan enghanyutkannya di sungai Aswa.
Kemudian putera tersebut dipungut oleh seorang kusir di keraton Hastinapura yang bernama Adirata dan anak tersebut diberi nama Karna

Kemudian, Kunti menikahi Pandu seorang raja di hastinapura. Pandu juga menikahi Madri
sebagai istri kedua, namun tidak mampu memiliki anak. Akhirnya Pandu dan kedua istrinya hidup di hutan. Disanalah Kunti mengeluarkan mantra rahasianya. Ia memanggil tiga Dewa dan meminta tiga putera dari mereka.
Putera pertama diberi nama Yudhistira
dari Dewa Yama. Putra kedua bernama Bima dari Dewa Bayu dan yang terakhir bernama Arjuna dari Dewa Indra. Kemudian Kunti memberitahu mantra tersebut kepada Madri. Madri memangil Dewa Aswin dan menerima putera kembar, dan diberi nama Nakula dan Sadewa. Kelima putera Pandu tersebut dikenal dengan nama Pandawa
Setelah kematian Pandu dan Madri, Kunti mengasuh kelima putera tersebut sendirian. Sesuai dengan amanat Madri, Kunti berjanji akan memperlakukan nakula dan Sadewa
seperti puteranya sendiri. Setelah pertempuran besar di Kuruksethra berkecamuk dan usianya sudah sangat tua, Kunti pergi ke hutan bersama dengan ipar-iparnya yang lain seperti Drestrarastra, Widura dan Gandari untuk meninggalkan kehidupan duniawi. Mereka menyerahkan kerajaan kepada Yudistira. Di dalam hutan, Kunti dan yang lainnya terbakar oleh
api suci mereka sendiri dan wafat di sana.
avatar
YaniZaki_tanpopo
kejar setoran
kejar setoran

Female
Number of posts : 73
Age : 31
Location : 15th floor
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by @nn@-BL.12 on Thu 24 Apr - 14:18

Dalam Mahabharata, Antareja adalah anak dari Werkodara atau Bima dari istri keduanya Nagagini seorang putri Dewa Antaboga. Dikisahkan dia adalah seorang ksatria yang tangguh, sakti mandraguna. Ia mempunyai dua orang saudara lelaki lain ibu, bernama Raden Gatotkaca, putra Bima dengan Dewi Arimbi, dan Arya Anantasena, putra Bima dengan Dewi Urangayu. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapatala (dasar bumi).

Ia memiliki Ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. Lidahnya sangat sakti, mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. Anatareja berkulit napakawaca, sehingga kebal terhadap senjata. Ia juga memiliki cincin Mustikabumi, pemberian ibunya, yang mempunyai kesaktian, menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi maupun tanah, dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi.

Anantareja memiliki sifat jujur, pendiam, sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda, rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. Ia menikah dengan Dewi Ganggi, putri Prabu Ganggapranawa, raja ular di Tawingnarmada, dan berputra Arya Danurwenda.

Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. Ia meninggal menjelang perang Bharatayuddha atas perintah Prabu Kresna dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuddha.

avatar
@nn@-BL.12
pengangguran
pengangguran

Female
Number of posts : 258
Age : 32
Location : gedung osore lt. 2
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by dr OK on Fri 25 Apr - 14:06

sori,,posting saya nyelip disini
mau tanya sama straw hat, punya buku cerita/novel pewayangan mahabrata ga?
dari dulu saya suka sekali dengan cerita itu
tapi ga pernah dapat buku dengan versi lengkap
cuma sepotong2 (maklumlah tidak berasal dari negeri jawa)
suwun....
eh kayaknya nonton wayang seru ya?
avatar
dr OK
kejar setoran
kejar setoran

Number of posts : 96
Age : 30
Location : lost island
Registration date : 2008-04-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by @nn@-BL.12 on Fri 25 Apr - 14:50

nonton wayang apa dulu nih?
kalo wayang kulit g sama sekali....g gitu ngerti ma bahasany. bis itu pasti dputer malem buat nemenin bapak2 melek.

kalo wayang orang lumayanlah....tapi sekarang jarang liat wayang orang di tipi....
avatar
@nn@-BL.12
pengangguran
pengangguran

Female
Number of posts : 258
Age : 32
Location : gedung osore lt. 2
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by dr OK on Fri 25 Apr - 15:37

wayang kulit met..........
dari dulu aku mimpi punya satu set wayang kulit (belum kesampaian, mahal euy...hiks Sad
wayang..
luar biasa
keren
two thumbs up
avatar
dr OK
kejar setoran
kejar setoran

Number of posts : 96
Age : 30
Location : lost island
Registration date : 2008-04-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by straw hat on Fri 25 Apr - 15:42

dulu aku ada buku tentang mahabharata ma ramayana berbahasa indonesia, tapi sekarang entah dimana dipinjem temen ga dibalikin
dulu komik mahabharata juga ada
sekarang yang ada paling cerita2 wayang yang ada di majalah aku kliping

nonton wayang asik banget!
besok nikahanku insya Allah nanggap wayang kulit
di TVRI tiap malam sabtu jam 23.00 wayang kulit
malam minggu jam 23.00 wayang golek
malam senin jam 23.00 wayang orang
ada translate bahasa indonesianya lho...
avatar
straw hat
kejar setoran
kejar setoran

Male
Number of posts : 237
Age : 32
Location : thousand sunny
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by @nn@-BL.12 on Fri 25 Apr - 15:46

hwah....mantebh!!

boleh tuh...sankyu na...
avatar
@nn@-BL.12
pengangguran
pengangguran

Female
Number of posts : 258
Age : 32
Location : gedung osore lt. 2
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by straw hat on Fri 25 Apr - 15:50

sama2...
ni gara2 kuliah di stan kena insomnia jadi nemu tontonan yang menarik Smile
ga ngulas wayang lagi nit???
ato ada yg ingin di request salah satu profil wayang???
avatar
straw hat
kejar setoran
kejar setoran

Male
Number of posts : 237
Age : 32
Location : thousand sunny
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by no doff heroine on Fri 25 Apr - 15:56

nongol dulu biar gak di bilang Ingusan..

no doff heroine
kejar setoran
kejar setoran

Number of posts : 57
Age : 31
Registration date : 2008-04-25

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by straw hat on Mon 28 Apr - 7:40

kemaren abis jalan2 di gramedia
eh ternyata ada buku tentang mahabharata
pas liat sekilas ceritanya lumayan menarik
harganya sekitar rp 60.000-an
sayang lagi ga ada duit
ga jadi beli deh...Sad

temen2 kalo ada yg dah punya aku pinjem ya...
avatar
straw hat
kejar setoran
kejar setoran

Male
Number of posts : 237
Age : 32
Location : thousand sunny
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by @nn@-BL.12 on Mon 28 Apr - 8:23

yep...kemaren jg pas ke gramed nemu buku prabu salya...

pengen beli, tapi harga di atas 50-rb. kantong dah mule transparan...

avatar
@nn@-BL.12
pengangguran
pengangguran

Female
Number of posts : 258
Age : 32
Location : gedung osore lt. 2
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by @nn@-BL.12 on Fri 9 May - 8:24



Dalam pewayangan Jawa, Prabu Kresna merupakan Raja Dwarawati, kerajaan para keturunan Yadu (Yadawa) dan merupakan titisan Dewa Wisnu. Kresna adalah anak Basudewa, Raja Mandura. Ia (dengan nama kecil "Narayana") dilahirkan sebagai putera kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya dikenal sebagai Baladewa (alias Kakrasana) dan adiknya dikenal sebagai Subadra, yang tak lain adalah istri dari Arjuna. Ia memiliki tiga orang istri dan tiga orang anak. Istri isterinya adalah Dewi Jembawati, Dewi Rukmini, dan Dewi Satyabama. Anak-anaknya adalah Raden Boma Narakasura, Raden Samba, dan Siti Sundari.

Pada perang Bharatayuddha, beliau adalah sais atau kusir Arjuna. Ia juga merupakan salah satu penasihat utama Pandawa. Sebelum perang melawan Karna, atau dalam babak yang dinamakan Karna Tanding sebagai sais Arjuna, beliau memberikan wejangan panjang lebar kepada Arjuna. Wejangan beliau dikenal sebagai Bhagawadgita.

Kresna dikenal sebagai seorang yang sangat sakti. Ia memiliki kemampuan untuk meramal, mengubah bentuk menjadi raksasa, dan memiliki bunga Wijaya Kusuma yang dapat menghidupkan kembali orang yang mati. Ia juga memiliki senjata yang dinamakan Cakrabaswara yang mampu digunakan untuk menghancurkan dunia, pusaka-pusaka sakti, antara lain Senjata Cakra, Kembang Wijayakusuma, terompet kerang (Sangkala) Pancajahnya, Kaca Paesan, Aji Pameling dan Aji Kawrastawan.

Setelah meninggalnya Prabu Baladewa (Resi Balarama), kakaknya, dan musnahnya seluruh Wangsa Wresni dan Yadawa, Prabu Kresna menginginkan moksa. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantara panah seorang pemburu bernama Jara yang mengenai kakinya.
avatar
@nn@-BL.12
pengangguran
pengangguran

Female
Number of posts : 258
Age : 32
Location : gedung osore lt. 2
Registration date : 2008-04-14

View user profile

Back to top Go down

Re: Pewayangan (khusus wayang purwa)

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum